Bagi beberapa orang, salah satu bentuk mereka mengekspresikan “kasih” adalah dengan melakukan lip kissing atau lebih dikenal dengan nama French kissing. Kurang lebih hal itulah yang coba dilakukan oleh pasangan New Jersey, Louisa Almedovar (19) dan Rick Langley (22), yang pada tanggal 5 Desember 2001 berhasil memecahkan rekor dunia berciuman terpanjang tanpa berhenti selama 30 jam 59 menit dan 27 detik di New York City.
Bentuk ekspresi bergairah ini ternyata dapat menaikkan tekanan darah 2 kali detak jantung normal, sirkulasi darah dan akselerasi metabolisme tubuh. Ciuman yang bergairah dapat membakar 20 kalori per menit dan meningkatkan level cortisone, hormon yang menjaga kondisi tubuh. Namun demikian, French kissing ternyata mempunyai efek negatif. Para ahli mengatakan bahwa lebih dari 40.000 parasit dan 250 jenis bakteri dipertukarkan selama melakukan French kissing. Sebuah ciuman yang sangat berbahaya. Mungkin benarlah pula sebuah kalimat yang mengatakan bahwa lip kissing adalah gerbang dosa, karena ternyata banyak anak muda yang jatuh dalam dosa seks setelah mencoba memulai melakukan lip kissing dengan pasangannya.
Saya pribadi dengan tegas mengatakan kepada generasi muda untuk tidak melakukan lip kissing, terutama selama masa-masa pre-marital relationship. Saya bersyukur bahwa masa-masa pra-nikah berhasil saya lalui dalam kekudusan dan menjaga komitmen saya untuk tidak melakukan lip kissing sebelum pemberkatan pernikahan kudus.
Keep It Smart and Sincere
Dalam dunia bisnis ada sebuah istilah yang kerap kali digunakan dalam menyusun surat, proposal, presentasi maupun bentuk komunikasi lainnya, yaitu KISS yang berarti Keep It Short and Simple. Artinya semua bentuk komunikasi diharapkan dapat pendek dan sederhana sehingga efisien dan efektif. Namun saat ini saya mengajak generasi muda untuk melihat sebuah sisi lain dari arti singkatan kata KISS, yaitu Keep It Smart and Sincere.
True Love is a Smart Love
Kasih yang sejati merupakan kasih yang smart atau pintar. Tentunya smart love ini hanya dapat diperoleh pada orang-orang yang pandai pula. Namun apakah kriteria orang pandai tersebut? Saya bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah mengukur kepintaran seseorang dari pengetahuannya. Alkitab mengatakan bahwa orang pandai adalah orang yang membangun dasar kehidupannya di atas firman. Secara tidak langsung, hal ini mengingatkan kita untuk membangun pula dasar hubungan pre-marital kita di atas dasar ketaatan akan firman Tuhan, yaitu kasih dan kekudusan.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama. Tentunya hanya orang bodoh yang selalu jatuh ke tempat yang sama. Sementara itu, orang yang pintar akan selalu menjauhi lubang dosa. Apabila generasi muda telah mengetahui bahwa lip kissing adalah gerbang dosa seks, maka tidak ada hal yang lebih cerdas selain menghindarinya. Itulah salah satu kriteria smart love. Dengan mentaati firman Tuhan, generasi muda telah menunjukkan bukti cinta yang sejati kepada Tuhan dan pasangan yang dikasihi. Itulah ungkapan ekspresi kasih sejati yang terdalam.
True Love is a Sincere Love
Seperti diungkapkan di atas, seringkali kissing atau berciuman dijadikan salah satu bentuk ungkapan kasih. Namun demikian, ternyata banyak orang cenderung melakukan kissing tersebut sebagai ekspresi nafsu dibandingkan kasih yang sejati.
Secara sederhana, nafsu berarti keinginan untuk mengambil dari orang lain untuk kepuasan diri sendiri, sekalipun harus mengorbankan orang lain. Sementara itu, kasih merupakan keinginan untuk memberi bagi orang lain untuk kepentingan orang lain, sekalipun harus mengorbankan diri sendiri.
Sincere love atau kasih yang tulus adalah kasih yang selalu memberi dan bukan mengambil. Dalam hal ini hubungan seks sebelum pernikahan juga bukan merupakan ungkapan kasih sejati, karena bertujuan untuk mengambil keperjakaan maupun keperawanan dari pasangannya sebelum waktu yang dikuduskan Tuhan.
Gary dan Barbara Roseberg dalam buku mereka yang berjudul 40 Unforgettable Dates with Your Mate menjelaskan bahwa hasil survey terhadap 700 orang pria dan 700 orang wanita menunjukkan bahwa penerimaan dan kasih tanpa syarat merupakan kebutuhan cinta utama yang dirindukan oleh setiap pria dan wanita. Ya, mungkin tidak ada ungkapan yang lebih indah dari sebuah sincere love selain penerimaan dan kasih tanpa syarat. Itulah yang Yesus lakukan dengan mati di kayu salib sebagai wujud kasih sejatiNya bagi kita.
17 July 2008
KISS
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur.
Kidung 1:2
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment