Bacaan: I Kor 13:1-13
Roma 5:5 “...karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita...”
Sifat dasar dari kasih adalah memberi, karena kasih itu adalah Allah sendiri. Hal ini dibuktikan dengan pemberian terbaik bagi kita, yaitu hidupNya sendiri. Karena kasih adalah Allah sendiri, maka kasih bersifat kekal dan tidak terbatas.
Dalam ilmu ekonomi kita mengenal keadaan ekuilibrium atau keseimbangan. Hal ini terjadi ketika permintaan bertemu dengan penawaran.
Allah selalu memberikan penawaran kasih tanpa syarat yang tidak berkesudahan. Akan selalu terdapat keadaan excess supply dari kasih yang sempurna ini kepada dunia yang kekurangan kasih. Tingginya permintaan akan kelangkaan kasih membuat nilai kasih menjadi tinggi.
Kasih adalah keinginan untuk memberkati orang lain sekalipun mengorbankan diri sendiri, karena kasih selalu bertujuan untuk memberi. Hubungan rumah tangga dan persahabatan dapat hancur karena tidak terciptanya keseimbangan kasih. Ketika seorang mulai menuntut pasangannya untuk memberi kasih pada titik standar tertentu, itulah awal rusaknya sebuah hubungan.
Excess supply dari kasih bapa yang mengalir dalam hati kita akan membuat kita selalu dapat membagikan kasih bagi orang lain tanpa menuntut perlakuan orang mengasihi kita menurut standar kita. Memberi dan bukan menuntut. Itulah keseimbangan kasih yang sejati.
Can you supply the demand of love?
No comments:
Post a Comment