REVELATION

REVELATION
THE GREATEST KNOWLEDGE IS THE REVELATION FROM GOD
Showing posts with label Leadership. Show all posts
Showing posts with label Leadership. Show all posts

25 September 2008

THE CHOPSTICK'S HEAD

Bacaan: Yoh 12:1-11

Yoh 12:3 “Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.”

Ketika SMA saya tertarik untuk mengikuti kegiatan tata boga di sekolah. Saya banyak belajar mengenai makanan, minuman, penyajian dan tata cara makan yang baik. Apa yang saya pelajari cukup membantu dalam dunia pekerjaan, terutama dalam hal business entertainment.

Salah satu makanan yang banyak digemari orang adalah chinese food. China dengan total penduduk sekitar 1,3 milyar telah mewarnai dunia dengan populasi dan penyebaran makanan yang luar biasa ini. Alat yang digunakan oleh orang chinese untuk makan adalah sumpit. Ada beberapa hal yang saya pelajari mengenai sumpit, salah satu diantaranya adalah kepala sumpit.

Salomo dengan hikmatnya telah membuat seorang ratu kagum akan cara makan para pegawai Salomo. Ya, tata cara makan yang berhikmat akan menunjukkan karakter seseorang. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika seseorang makan menggunakan sumpit. Satu diantaranya adalah mengambilkan makanan untuk orang lain dengan ujung sumpit.

Tradisi lingkungan dan pengaruh televisi banyak mengajarkan untuk mengambilkan makanan bagi orang lain dengan ujung sumpit. Sebuah tindakan yang mulia, namun kurang beretika. Ketika makan dengan orang lain, tindakan pelayanan yang tepat untuk mengambilkan makanan baginya adalah dengan menggunakan kepala sumpit yang bersih, dan bukan ujung sumpit yang kotor.

Kepala selalu berbicara mengenai kehormatan seseorang. Paradigma pelayanan sebuah sumpit adalah melayani dengan mengabaikan kehormatan. Dibutuhkan sebuah sikap rela mengotorkan diri agar orang lain dapat memperoleh makanan kehidupan. Itulah etika pelayanan dan cara makan yang berhikmat.

Mahkota duri menjadi bukti hati seorang hamba.

THE KNIGHT RIDER

Bacaan: Lukas 2:41-52

Lukas 2:46 “Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.”

Kuda merupakan lambang kekuatan, itu sebabnya satuan ukuran tenaga menggunakan istilah horsepower atau tenaga kuda. Kuda juga merupakan lambang kecepatan, itu sebabnya kuda banyak digunakan untuk peperangan. Selain itu kuda dianggap sebagai lambang keindahan, itu sebabnya tidak semua satria dapat menunggangi binatang ini.

Dalam permainan catur, kuda memainkan peranan yang sangat penting untuk memperoleh kemenangan. Fleksibilitas pergerakan telah menjadi kekuatan seekor kuda. Kedua bidak kuda selalu bergerak dalam bentuk huruf L. Kemampuan melompati musuh dan area-area sukar telah membuat kuda menjadi senjata manuver yang berbahaya.

Dalam memperoleh kemenangan, seorang satria penunggang kuda harus mengetahui mengenai prinsip 2 L. Kedua kuda harus mengetahui prinsip Listen and Learn, mendengarkan dan mempelajari.

Sejak kecil Yesus telah menerapkan prinsip 2 L ini untuk membangun kehidupan dan pelayanan yang berkemenangan. Ia duduk mendengarkan para ahli taurat dan belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman dari diriNya.

Ciri seorang satria penunggang kuda yang berkemenangan adalah ia memiliki hati yang rendah hati untuk terus mau belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman, maupun dari orang-orang yang berada dibawah dirinya. Ketika kita merasa bahwa kita sudah tahu, itulah tanda bahwa kita belum cukup tahu, itulah saat kita merendahkan diri dan kembali belajar. Tidak semua orang mampu menjadi satria penunggang kuda.

Learn to listen with your heart.

THE WELL OF BETLEHEM

Bacaan: II Sam 23:13-17

II Sam 23:16 “Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud...”

Suatu hari saya mendapat kesempatan untuk bercakap-cakap dengan seorang senior executive yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam menggeluti pekerjaannya. Sebagai seorang yang masih hijau dalam dunia kerja, ada sebuah dorongan dalam hati saya untuk bertanya kepada beliau mengenai rahasia keberhasilannya. Pada kesempatan tersebut beliau berkenan berbagi bahwa salah satu kunci keberhasilannya adalah dapat mengenali pola pikir dan pola kerja dari atasannya. Tidak cukup sampai di situ, ia menambahkan bahwa bereaksi cepat dan bertindak jauh ke depan untuk melakukan apa yang diperintahkan atasan menjadi suatu nilai tambah dalam perjalanan karirnya.

Firman Tuhan hari ini mengisahkan mengenai keinginan Daud untuk dapat minum air dari sumur yang ada di Betlehem. Pada waktu itu Daud dan pasukannya berada jauh dari lokasi sumur Betlehem, dan sumur tersebut berada dalam wilayah musuh. Ketika Daud secara sepintas mengutarakan kerinduannya, ada tiga orang pahlawan di dekatnya yang mendengar keinginan Daud tersebut. Tanpa menunggu perintah dari sang raja, ketiga perwira itu begegas keluar dan menerobos barisan musuh untuk mengambil air dari sumur Betlehem guna dipersembahkan bagi Daud. Bagi mereka, keinginan Daud tersebut adalah suatu hal yang harus dapat mereka penuhi, bahkan sekalipun hal itu harus mengorbankan nyawa mereka.

Apakah hari ini Anda dapat mendengar jeritan Yesus yang merindukan jiwa-jiwa yang diselamatkan? Doa saya adalah agar Tuhan membangkitkan orang-orang yang mau berinisiatif menerobos zona kenyamanan mereka untuk meresponi kerinduan hatiNya.

Save the lost at any cost.

PENSIUN

Bacaan: I Sam 12:16-25

I Sam 12:23 “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.”

Bagi sebagian orang, pensiun merupakan masa-masa yang dinanti. Pensiun dirasakan sebagai waktu yang menyenangkan karena dapat tinggal di rumah dan menikmati kebahagiaan bersama dengan keluarga setelah bekerja keras selama ini. Di sisi lain, tidak sedikit orang yang menatap masa pensiun sebagai hari-hari yang suram karena ketidakpastian penghasilan untuk biaya hidup sehari-hari.

Lebih dari itu, ada pula orang-orang yang melihat pensiun sebagai pergumulan besar karena takut kehilangan kekuasaan. Tidak sedikit orang yang berjuang untuk senantiasa duduk dalam posisi-posisi kunci agar mereka tetap memperoleh penghargaan dari sesama. Nampaknya turun dari kedudukan yang dipegang saat ini menjadi suatu hal yang memalukan, bahkan banyak orang melihat bahwa masa pensiun mengakibatkan mereka tidak produktif dan tidak berguna lagi bagi masyarakat.

Bagaimana menghadapi hal tersebut? Mari kita lihat seorang kehidupan seoarang pemimpin bernama Samuel. Sebagai nabi dan hakim senior, Samuel telah memimpin bangsa Israel dalam rentang waktu yang cukup lama. Hingga tibalah waktu yang tidak disangka-sangka, dimana bangsa yang dipimpinnya mendadak memberontak terhadap Tuhan dan menuntut seorang raja.

Secara tidak langsung, diangkatnya raja bagi bangsa Israel mengurangi fungsi kepemimpinan yang telah dilakukan Samuel selama ini. Ia harus siap untuk menghadapi post power syndrome. Namun ada dua hal menarik yang bisa dipelajari dari Samuel. Yang pertama, ia akan selalu berdoa bagi bangsa Israel. Hal kedua, ia berjanji akan tetap membimbing bangsa Israel dalam kebenaran.

Usia dan kedudukan tidak dapat membatasi Anda terus untuk berkarya bagi Tuhan.

28 July 2008

The Roaring Lion

Bacaan: Amsal 30:24-31

Amsal 30:30 “Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun.”

Amsal menggambarkan bahwa singa adalah yang terkuat diantara segala binatang. Kekuatan seeokor singa tidak diukur dari tajamnya gigi dan kuku. Bukan pula diukur dari berat badan ataupun kecepatan berlari. Juga tidak diukur dari kemampuan berkelahi.

Singa dikatakan menjadi yang terkuat karena singa tidak mundur terhadap apapun! Kekuatan seekor raja hutan diukur dari kekuatan mentalnya menghadapi musuh. Sebuah keberanian dalam menghadapi tekanan. Sebuah daya tahan dalam menghadapi masalah. Sebuah ketekunan dalam menghadapi problema kehidupan. Sebuah semangat yang tidak pernah menyerah. Bukti kekuatan mental sang juara.

Seorang pemenang tidak akan pernah mundur. Seorang pemenang juga tidak akan tinggal diam. Tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa sudah merupakan sebuah kekalahan, apalagi jika mundur dari arena pertandingan sebelum berperang. Seorang pemenang bukanlah seorang yang tidak pernah gagal, tapi seorang yang tidak pernah berhenti mencoba.

Seekor singa akan mengaum ketika mempertahankan mangsa dan daerahnya. Yesus, sang singa dari Yehuda, telah membuktikan kekuatan sejatinya menjadi raja segala raja dengan tidak mundur dari jalan salib. Ia mengaum di Getsemani dan bertarung mempertahankan saudara dan saya mati-matian. Ya, itulah karakter seorang pemenang sejati.

Anda diciptakan untuk menjadi seperti seekor singa, dan bukan seekor kucing. Anda diciptakan untuk menjadi seorang pemenang dan bukan sebagai seorang pecundang yang selalu mundur di tengah jalan. Tetaplah tegak, tegar dan tengadah sebab Tuhan ada di samping Anda.

Kami tidak akan mundur atau tinggal diam!

Mengubah Dunia

Bacaan: Mat 5:13-16

Mat 5:16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Salah satu tokoh negarawan yang saya kagumi adalah Mahatma Gandhi. Ketika India masih dijajah Inggris, Gandhi menjadi seorang pemimpin yang berhasil membawa India keluar menjadi bangsa yang merdeka. Gandhi percaya bahwa setiap orang harus dapat menjadi pembawa perubahan untuk melihat apa yang mereka inginkan dapat terjadi di dunia ini.

Gandhi merupakan seorang pemimpin yang revolusioner, namun ia membawa India menjadi bangsa yang merdeka tanpa memulai sebuah revolusi. Bahkan ia melakukannya tanpa kekerasan sama sekali. Gerakan Satyagraha yang dipimpinnya berhasil membawa perubahan bagi sebuah bangsa yang dahulu terpuruk hingga saat ini menjadi bangsa yang diperhitungkan dalam peta perdagangan dunia.

Gandhi mengatakan, “In a gentle way you can shake the world." Dengan sebuah cara yang lemah lembut, Anda dapat menggoncangkan dunia. Sungguh sebuah pemikiran yang berbeda untuk memperjuangkan sebuah kemerdekaan. Ada begitu banyak orang yang berjuang dengan demonstrasi dan kekerasan untuk dapat mengubah sesuatu, namun pada akhirnya hal tersebut berakhir dengan sia-sia.

Untuk menjad pembawa perubahan, Anda tidak harus berteriak. Anda juga tidak harus pandai berbicara. Anda tidak harus menjadi terpilih. Anda juga tidak harus menjadi sangat pandai atau berpendidikan. Yang Anda butuhkan adalah memiliki sebuah komitmen.

Yesus merupakan salah satu pribadi yang mengubahkan dunia dengan kasih. Ia menaklukkan dunia dengan kelembutan, bahkan Ia tidak bersuara sedikitpun ketika hendak diadili. Yesus tidak takut menhadapi apapun untuk melihat orang-orang yang dikasihiNya kembali dalam pelukanNya.

Perubahan selalu dimulai dari diri Anda terlebih dahulu.

Integritas

Bacaan: Amsal 11:1-6

Amsal 11:1 “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.”

Seorang teman saya memberitahukan kepada saya bahwa ia baru saja keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Sekilas saya cukup terkejut dan mengira bahwa ia sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Bagi saya tidak ada keraguan bahwa seorang anak muda yang pintar, rajin, berpretasi serta takut akan Tuhan bisa memperoleh pekerjaan baru dengan mudah. Namun kisah pengunduran dirinya membuat saya kembali terhening dan merenungkan kembali arti integritas.

Suatu hari dalam perhitungan kalkulasi budget ternyata ia menemukan bahwa ada dana milyaran rupiah yang hilang. Setelah melakukan pemeriksaan, ia menyadari bahwa ternyata uang tersebut diambil oleh atasannya untuk kepentingan pribadi. Ketika ia melaporkan hal ini kepada atasannya tersebut, maka ia diminta untuk membuat laporan fiktif bahwa seolah-oleh pengeluaran sangat besar dan melebihi budget yang dianggarkan. Atasannya menjamin bahwa tidak akan ada yang tahu dan berani mempertanyakan hal tersebut.

Alternatif kedua adalah ia diminta mengundurkan diri apabila tidak bersedia membuat laporan tersebut. Setelah bergumul panjang lebar, akhirnya teman saya membuat sebuah keputusan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Ia tidak mau melakukan kompromi atas iman dan kebenaran yang selama ini menjadi dasar keberhasilannya.

Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak membuat neraca yang serong. Saya percaya bahwa kualitas iman yang ada didalam diri seseorang akan terpancar keluar dengan seimbang ketika ada sebuah tekanan yang diletakkan atas neraca kehidupan. Itulah integritas.

Never ever compromise your faith.

Fast

Bacaan: Kej 18:1-8
Kej 18:6 “Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"

Kecepatan merupakan suatu cara kerja yang harus dimiliki oleh setiap profesional Kristen. Orang yang bergerak dengan lambat pasti akan tertinggal ditengah perkembangan jaman yang semakin cepat ini. Sebagai contoh lihatlah bagaimana konsep fast food restaurant, delivery order maupun e-banking berlomba-lomba muncul sebagai upaya perusahaan menawarkan kecepatan sebagai bentuk pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

Dengan semakin banyaknya tanggung jawab yang diberikan kepada kita, maka kita dituntut untuk bekerja dengan cepat dalam meresponi setiap kebutuhan orang yang berada di sekeliling kita. Terkadang banyaknya kesibukan dapat membuat prioritas kita terpecah sehingga pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dengan tepat waktu menjadi tertunda.

Firman Tuhan hari ini menunjukkan bagaimana cara kerja Abraham, seorang pengusaha yang berhasil, dalam melakukan pelayanan yang baik kepada para tamu yang datang ke rumahnya. Ia memberikan respon yang cepat dalam menawarkan extra mile service. Abraham bahkan berlari untuk mempersiapkan yang terbaik bagi para tamunya.

Abraham memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan kepada para tamu yang belum dikenalnya, bukan kepada tamu yang sudah menjadi pelanggan maupun mitra bisnisnya. Abraham melakukan hal tersebut sekalipun sebagai seorang yang sudah lanjut usia, ia bisa saja bergerak lambat, namun gaya hidup yang cekatan membuat ia menjadi orang yang berhasil dan diberkati.

Do not put until tomorrow what you can do today!

A Good Peanut

Bacaan: Lukas 17:11-19
Lukas 17:15-16 “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya…”

Bagai kacang lupa akan kulitnya. Peribahasa tersebut mengingatkan kita agar dapat menjadi pribadi yang senantiasa mengingat akan kebaikan yang telah kita terima dari orang lain. Terkadang para profesional yang sudah sukses dan mapan mudah melupakan lingkungan yang telah membesarkannya, termasuk campur tangan keluarga maupun teman-teman yang sudah banyak menolong menapaki tangga keberhasilan.

Tidak dapat disangkali bahwa kebaikan orang merupakan salah satu hal yang harus diingat dalam kehidupan ini. Banyaknya kesalahan seseorang kepada kita harus dapat dilupakan, namun satu kebaikan orang tersebut terhadap kita harus tetap diingat seumur hidup.

Suatu hari Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, namun demikian dari sepuluh orang yang disembuhkan tersebut, hanya ada satu orang yang kembali dan mengucap syukur kepadaNya. Sementara itu, sembilan orang lainnya yang telah disembuhkan tidak ada yang mengingat akan kebaikan yang telah diperbuat oleh Yesus bagi mereka.

Hari ini firman Tuhan mengajarkan agar kita dapat selalu mengingat kebaikan orang lain, terlebih dari itu, agar kita senantiasa mengingat akan kebaikan yang telah Tuhan berikan bagi kita. Mari sadari bahwa keberadaan kita pada hari ini terjadi karena ada sentuhan kasih dan dukungan doa dari orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Remember the cross is the beginning of thanksgiving.

Caring

Bacaan: I Pet 5:1-4

Amsal 27:23 “Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.“

Suatu hari saya membuat sebuah appointment untuk melakukan meeting dengan salah seorang branch manager sebuah bank. Ketika saya memasuki ruang meeting, saya melihatnya sedang membaca surat kabar. Saya berpikir bahwa itu adalah hal yang normal karena terkadang orang menghabiskan waktu untuk membaca sambil menunggu.

Hal yang menarik bagi saya adalah bahwa kebiasaannya membaca surat kabar di pagi hari tersebut selau diawali dengan membaca kolom duka cita. Beliau mengatakan bahwa perhatian yang diberikannya kepada nasabah yang sedang mengalami kedukaan jauh berarti dibandingkan dengan karangan bunga yang dihadiahkan kepada nasabah pada waktu pernikahan.

Ketika saya mendengar hal tersebut, saya teringat bagaimana seorang gembala harus mengenal keadaan domba-dombanya. Seorang gembala yang baik mengenal nama domba-dombanya, dan ketika salah satu dari domba-domba tersebut sakit atau terluka, maka sang gembala akan menggendong dan menjaganya.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan agar setiap orang percaya harus dapat menjadi seorang gembala yang baik bagi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Seorang gembala harus belajar melayani dengan sukarela dan pengabdian diri, bukan hanya untuk mengambil keuntungan belaka.
Sebagai seorang pemimpin di kantor, bagaimana perhatian yang Anda berikan kepada anak buah Anda? Apakah Anda mengenal mereka dengan baik?

I don’t care how much you know,
until I know how much you care.

Nikodemus

Bacaan: Yoh 3:1-21

Yoh 3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Dalam perusahaan Jepang, senioritas memegang peranan yang sangat penting. Usia dan lamanya seorang bekerja di sebuah perusahaan menunjukkan bukan hanya tingkat pengalaman kerja dan loyalitas namun terkadang juga menggambarkan posisi seseorang. Semakin senior orang tersebut, maka semakin tinggi kedudukannya.

Sebagai profesional senior, kerendahan hati merupakan salah satu faktor yang seharusnya semakin menonjol. Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Dalam hal ini, kualitas unggul tersebut dapat tercermin dari bagaimana seorang senior memiliki kebesaran hati untuk mau belajar dan mendengarkan orang lain, terutama terhadap orang yang lebih muda darinya. Namun demikian, terkadang para senior merasa lebih hebat dan sukar untuk mendengarkan para junior mereka.

Firman Tuhan hari ini mengisahkan akan Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, seorang ahli taurat dan seorang yang kaya. Dibalik seluruh kebesarannya, Nikodemus memiliki keinginan yang dalam untuk dapat mengenal kebenaran yang disampaikan oleh seorang guru muda bernama Yesus. Satu hal yang menarik adalah Nikodemus memilih untuk menghampiri Yesus dan duduk mendengarkan pengajaranNya. Kerendahan hati tersebut memberikan sebuah pewahyuan yang mendalam akan arti kelahiran baru dan kasih karunia Allah akan dunia.

Mari kita mengawali hari ini dengan sebuah sikap yang senantiasa rendah hati dan mau belajar dari orang lain, termasuk orang yang lebih muda dari kita.

Greatness comes from a great heart.

24 July 2008

Pursuit of Power

Bacaan: Mat 23:1-12

Mat 23:11-12 “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Bagi sebagian orang, pengejaran akan kekuasaan telah menjadi suatu kebutuhan bagi mereka sebagai pembuktian diri kepada dunia. Tengoklah bagaimana para elite politik bertarung untuk memperebutkan kursi di pemerintahan. Lihatlah bagaimana para profesional bersaing untuk mengejar jabatan dalam perusahaan. Bahkan lebih ironis lagi, lihatlah bagaimana para hamba Tuhan saling menjatuhkan untuk mengejar kebesaran dalam pelayanan di gereja.

Beberapa orang mencoba untuk mengejar kekuasaan dengan cara mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Sebagian orang mencoba dengan jalan lain, yaitu intelektual yang dapat membuat orang dihormati. Sekelompok orang mencoba mengejar kekuasaan dengan jalur koneksi terhadap para pejabat. Bahkan ada orang-orang yang mengejar kekuasaan dengan menghalalkan segala cara, termasuk melalui kuasa kegelapan.

Ketika manusia diciptakan, Tuhan memberikan sebuah mandat budaya kepada manusia untuk berkuasa atas bumi. Kode genetik ini seolah diperlengkapi ketika Ia memberikan kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan orang percaya. Namun demikian, saya bersyukur bahwa Yesus datang untuk merombak total paradigma bahwa kehidupan ini adalah untuk mengejar kekuasaan belaka.

Yesus datang ke dunia untuk menjadi hamba. Yesus menolak untuk diangkat menjadi raja orang Yahudi, Ia lebih memilih untuk menjadi raja di dalam setiap hati orang yang mengasihiNya. Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati seorang pemimpin diperoleh hanya ketika kita dapat belajar menjadi hamba bagi orang lain.

More of God and less of me.

Missing Factor

Bacaan: II Tim 2:19-26

II Tim 2:21 “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Apabila Anda senang membaca, maka beberapa tahun belakangan ini buku-buku dengan topik positive thinking, goal setting maupun mengembangkan potensi sangat marak beredar di pasaran. Terlepas dengan masuknya beberapa unsur New Age Movement yang mengajar para pembaca untuk berfokus pada kekuatan diri sendiri dibandingkan bergantung kepada Tuhan, kita perlu bersyukur karena Tuhan memakai hal ini untuk menyadarkan gereja-Nya sehingga orang percaya dapat hidup maksimal dalam kebenaran dan mencapai tujuan hidup yang Tuhan rencanakan.

Pengajaran akan memaksimalkan kapasitas merupakan hal yang sangat positif untuk dikembangkan, walaupun terkadang orang diajarkan bahwa mereka dapat menjadi apa saja seperti yang mereka mimpikan, seolah-olah tidak ada hal apapun yang dapat menghalangi kekuatan dari fokus pada tujuan. Kerja keras, disiplin yang tinggi, serta semangat pantang menyerah diyakini menjadi suatu kekuatan yang membuat manusia dapat mencapai semua keinginan mereka.

Namun demikian, profesional Kristen terkadang melupakan sebuah faktor untuk dapat mencapai kemaksimalan mereka, yaitu kekudusan. Hanya orang-orang yang hidup berkenan dan menjaga kekudusan mereka yang akan siap untuk memperoleh promosi dari Tuhan. Kepandaian, pengalaman, kekayaan, network tidaklah bernilai ketika bejana kehidupan Anda penuh dengan dosa.

Firman Tuhan pada hari ini ingin mengingatkan setiap profesional agar tetap hidup kudus, bergantung kepada Tuhan serta menyerahkan seluruh mimpi masa depan kedalam tangan Tuhan, karena hanya Tuhan yang dapat membuat segala rencana-Nya tergenapi.

Kejarlah kekudusan!

Positioning

Bacaan: Mat 20:20-28

Mat 20:26 “…Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu…”

Kita sering mendengar orang berkata bahwa posisi menentukan prestasi. Kalimat tersebut berusaha mengingatkan bahwa posisi seseorang maupun perusahaan dalam dunia usaha sangat menentukan tingkat kesuksesan. Tidak dapat dipungkiri bahwa lokasi atau posisi yang strategis merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha. Industri properti merupakan salah satu contoh dimana penempatan posisi yang baik akan menjadi keunggulan dalam persaingan.

Positioning yang baik telah menjadi suatu kebutuhan untuk mempertahankan diri dalam kompetisi yang semakin ketat. Beberapa orang mengaitkan hal ini dalam arti negatif dengan melakukan nepotisme. Kesuksesan coba diperoleh dengan cara mendekati para penguasa sehingga tender maupun kekuasaan bisa didapat dengan mudah sekalipun dengan cara-cara yang tidak benar.

Dalam bacaan diatas, kedua murid Yesus, Yohanes dan Yakobus, tengah berjuang untuk memperoleh posisi yang baik. Secara manusia, mereka berpikir bahwa dengan menjadi orang kepercayaan dari Yesus maka mereka akan dapat menikmati kekuasaan dan ketenaran. Namun demikian, Yesus mengajarkan suatu kebenaran akan positioning yang sejati. Barangsiapa hendak menjadi yang terbesar, hendaklah ia menjadi hamba.

Yesus telah memberi contoh dengan turun dan mengambil rupa seorang hamba. Firman itu menjelma menjadi manusia agar kita dapat mengikuti teladan kerendahan hati dari raja diatas segala raja. Kerendahan hati merupakan positioning yang patut dipertahankan karena hanya orang yang rendah hati yang akan ditinggikan.

How low can you go?

Wisdom

Bacaan: I Raja 3:1-15

I Raja 3:12 “maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Anak muda seringkali dianggap remeh oleh banyak orang. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa terdapat banyak orang yang berhasil mencapai kesuksesan pada usia yang tergolong muda. Ada begitu banyak nama artis, olahragawan dan pengusaha muda yang dapat disebutkan untuk menambah deretan fakta bahwa anak muda dapat beprestasi dengan maksimal.
Dalam menaiki jenjang kesuksesan, tidak sedikit para profesional muda yang menghadapi kekuatiran dan bahkan ketakutan akan tanggung jawab baru yang dipercayakan kepada mereka. Promosi terkadang menjadi suatu kesempatan, namun juga menjadi sebuah ujian akan kemampuan sesungguhnya yang dimiliki oleh seseorang. Pada saat memperoleh promosi inilah, para professional muda Kristen ditantang untuk lebih mengandalkan Tuhan dibandingkan pengalaman maupun kemampuan yang telah diperoleh selama ini.

Salomo dipromosikan oleh Tuhan dalam usia yang relatif muda untuk menjadi raja bagi bangsa Israel. Sebagai pemula yang masih sangat hijau, ada begitu banyak kekuatiran yang dihadapinya. Ada sebuah tanggung jawab moral yang besar bagi Salomo untuk memimpin di balik bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, raja Daud yang terkenal. Salomo memiliki banyak alasan untuk menolak kedudukan tersebut dan kehilangan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
Namun demikian, dibalik semua hal tersebut Salomo tetap berjalan dan berani mengambil tanggung jawab itu. Hal pertama yang dibutuhkan Salomo dalam memulai perjalanan karirnya adalah meminta hikmat Tuhan. Dengan hikmat Tuhan maka kerajaan Israel dibangun, dan Salomo menjadi raja yang terkenal dalam sejarah Israel.

Are you being promoted?
Seek His wisdom first.

23 July 2008

Control

Bacaan: II Kor 3:1-18

II Kor 3:2 “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Suatu hari saya menghadiri meeting dengan tim investment banking dari salah satu perusahaan sekuritas besar yang ada di Indonesia. Dalam acara perkenalan yang dipimpin oleh sales director tersebut, hadir pula salah satu analis untuk memberikan overview atas sektor industri serta kondisi makro ekonomi dan pasar modal yang terjadi akhir-akhir ini.

Pada umumnya tujuan utama perusahaan mencatatkan namanya di bursa adalah untuk mencari dana dari masyarakat. Namun demikian, ada sebuah hal menarik yang disampaikan oleh analis tersebut mengenai latar belakang sebuah perusahaan melakukan Initial Public Offering. Ia mengisahkan bahwa bahwa ada sebuah perusahaan yang sangat sehat dan tidak membutuhkan capital injection tetapi memutuskan untuk masuk ke pasar modal. Alasan utama dari founder perusahaan tersebut masuk ke bursa ialah ia ingin agar perusahaan yang sudah dibangunnya tidak runtuh di tangan genersi kedua dan ketiga karena kurangnya kontrol.

Saya sangat terkesan atas pemikiran dari pendiri perusahaan tersebut. Ia rela sebagian kepemilikannya beralih ke publik hanya dengan tujuan agar ada orang-orang yang dapat membantu ia mengawasi going concern dari perusahaan yang dibangunnya, bahkan ketika suatu saat nanti ia sudah tidak ada lagi di dunia.

Suatu keterbukaan untuk terus mau bersedia diawasi oleh orang lain. Betapa berharganya pelajaran ini bagi saya. Alkitab mengatakan bahwa kita adalah surat terbuka yang terus dilihat oleh banyak orang. Hendaknya hidup kita tetap transparan agar kehidupan Kristus terpancar melalui kita.

Someone watches on you.

My Boss

Bacaan: Lukas 16:1-14

Lukas 6:13 “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Pernahkan Anda mengalami bekerja dengan memiliki dua atasan yang berbeda? Setiap HR manager yang baik akan tahu bagaimana menempatkan seorang profesional pada posisi dan line of command yang harus dipatuhinya. Dapat dibayangkan betapa bingung dan sulitnya bekerja dengan memiliki beberapa atasan, terutama di saat semua pihak memiliki agenda dan kepentingan yang berbeda.

Saya teringat ketika terjadi pergantian kepemimpinan di tempat saya bekerja. Saya bukan hanya memiliki seorang atasan, melainkan empat orang atasan yang berbeda. Hal itu terkait dengan transisi dan banyaknya proyek penting yang sedang saya tangani. Masalah mulai timbul ketika semua pihak mulai mengejar dead line serta saling berbeda pandangan dan kepentingan. Sukar bagi saya untuk memprioritaskan proyek yang mana yang harus ditangani terlebih dahulu.

Pengalaman di atas menunjukkan bahwa sangat tidak mungkin bagi kita untuk melayani dua tuan yang berbeda sekaligus, yaitu Kristus dan Mamon. Hal yang sangat menarik adalah bahwa Yesus tidak pernah membandingkan dirinya dengan apapun kecuali dengan Mamon atau uang. Perkataan Yesus ini menunjukkan betapa uang dapat menjadi hamba yang baik, namun juga dapat menjadi tuan yang jahat.

Betapa seringnya cinta akan uang menjadi awal kehancuran karir maupun perusahaan. Korupsi, tax evasion, dan money laundering adalah beberapa contoh menjadikan Mamon sebagai tuan.

Who’s my boss?

Teladan

Bacaan: I Pet 5:1-4

I Pet 5:3 “Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.”

Saya tidak akan melupakan pengalaman ketika kembali ke Indonesia dari study di luar negeri dengan membawa gelar master untuk mencari pekerjaan. Sebagaimana kebanyakan para pekerja muda pada umumnya, zero experience plus limited degree menjadi modal yang sangat minim untuk melamar pekerjaan. Ada banyak kekuatiran bahwa semua pelajaran dan pengalaman yang diperoleh tetaplah tidak memadai untuk menempati posisi tertentu dalam dunia kerja.

Namun kekuatiran tersebut segera hilang ketika saya bertemu dengan sebuah pribadi yang dapat membimbing saya dalam perjalanan karir saya. Salah satu orang yang saya teladani dalam hidup saya adalah atasan saya di kantor. Saya teringat akan peristiwa interview dengan beliau sebagai user. Senyum Filipina yang ramah dan hangat itu mengakhiri pembicaraan dengan kalimat yang sangat membangun. “I assume you know nothing, I will teach you from the beginning”.

Saya tertengun. Belum pernah saya bertemu dengan orang seperti ini. Saya berpikir bahwa semua CFO besar akan menuntut semua staff-nya untuk menjadi seorang yang expert dan tahu segala hal. Sejak hari itu beliau membimbing saya bagaikan seorang atasan, sahabat dan ayah.

Ketika beliau muda, atasannya mengatakan hal yang sama dan pengalaman itu mengubah hidupnya. Ketika atasannya meninggal, satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan hal yang sama terhadap semua staff-nya. Hingga hari ini, teladan itu telah saya wariskan kepada tim saya.

Life is a legacy.

Jealous

Bacaan: I Sam 18:5-14

I Sam 18:8-9 “Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya... sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.”

Hukum aksi dan reaksi akan senantiasa berlaku dalam segala hal, termasuk dalam dunia pekerjaan. Bagaimanakah reaksi Anda apabila rekan sekerja Anda mencapai target dan dipromosikan? Bagaimana reaksi Anda apabila bawahan Anda sangat berprestasi dan kemungkinan dapat menggeser kedudukan Anda?

Reaksi Anda akan menunjukkan kedewasaan dan mencerminkan seberapa profosional Anda dalam menyikapi hal-hal yang terjadi di sekeliling Anda. Kita tidak dapat mengubah keadaan, hal yang paling bijaksana adalah mengubah sudut pandang dan sikap kita dalam meresponi hal tersebut.

Saul memberikan reaksi yang negatif terhadap keberhasilan Daud. Iri hati dan takut kehilangan kekuasaan menyebabkan hatinya penuh dengan kebencian dan bermaksud menyingkirkan Daud dengan segala cara. Namun demikian, reaksi yang dipilihnya tersebut justru membuatnya kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai seorang pemimpin.

Sebagai seorang sahabat dan atasan, tidak ada hal yang lebih menggembirakan ketika melihat orang yang kita kasihi dan kita bimbing selama ini dapat menjadi pribadi yang sukses dan berhasil. Keberhasilan mereka menjadi keberhasilan kita. Itulah team work.

Tidak ada sukacita yang lebih besar bagi Bapa di Surga selain melihat anak-anakNya berhasil. Sadarilah bahwa kasih yang sejati selalu dapat menutupi segala ego yang mementingkan diri sendiri. Mari belajar bersuka-cita bersama orang yang bersuka-cita.

Promotion comes from the Lord.

Master of Basic

Bacaan: II Pet 1:12-15

II Pet 1:12 “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya...”

Suatu hari saya bercakap-cakap dengan seorang rekan musisi muda yang sangat berbakat. Kami berdiskusi mengenai masa depan dan kemungkinan sukses berkarir sebagai seorang pemain musik profesional di Indonesia. Saat kami membahas mengenai arti profesional, ada sebuah kalimat dari rekan saya yang menyentak dan menginspirasi saya mengenai sisi lain dari profesionalitas.

A professional is a master of basic. Seorang yang profesional adalah seorang yang ahli dalam hal-hal yang dasar. Terlalu sering kita mengabaikan kebenaran ini. Banyak orang mencoba untuk menjadi profesional dengan mencoba meloncati secara cepat hal-hal dasar yang harus dipelajarinya. Mereka beranggapan bahwa skill tersebut terlalu rendah bagi mereka, dan adalah sebuah kebanggaan bila dapat langsung mengimplementasikan sebuah keahlian yang rumit.

Salah satu hal yang lebih buruk lagi bagi orang yang mengaku dirinya seorang profesional adalah melupakan dan mengabaikan semua hal-hal dasar yang telah dipelajarinya. Seringkali kesombongan inilah yang menghancurkan karir seseorang. Tanpa dasar yang kuat Anda tidak mungkin menjadi seorang profesional.

Yesus mengajarkan bahwa hal yang paling dasar dan terutama adalah mengasihi. Terkadang kita sering melupakan hal ini dan cenderung mencari pewahyuan serta pengetahuan rohani yang lebih tinggi. Terkadang seorang profesional harus tetap diingatkan akan hal-hal yang sangat esensi tersebut.

Are you a master of basic?