Bacaan: Yoh 21:15-17
Kej 4:9 “...Apakah aku penjaga adikku?"
Banyak orang mengelak dari realita bahwa orang yang mengasihi Yesus dituntut sebuah bukti nyata dengan menggembalakan domba-dombaNya. Sebagian berdalih bahwa temperamen mereka kurang cocok untuk tugas penggembalaan. Yang lain bersembunyi dengan alasan karunia mereka bukanlah penggembalaan.
Orang dengan temperamen koleris cenderung menghindari tanggung jawab ini. Apakah benar orang berkepribadian koleris tidak dapat menjadi gembala yang baik? Paulus adalah contoh orang koleris. Ia seorang rasul, tapi ia juga merupakan gembala yang luar biasa. Ingat bahwa gembala berbicara mengenai fungsi dan bukan posisi.
Paulus menulis surat penggembalaan. Ia menggembalakan murid-muridnya dengan kasih. Ia berdoa dengan tangisan untuk jemaat yang dirintisnya. Hatinya penuh dengan kasih, hingga keluarlah I Korintus 13 mengenai kasih. Ia mengasihi tubuh Kristus bahkan rela mati agar banyak orang mengenal Yesus. Ia menjadi koleris yang disempurnakan setelah mengenal kasih Allah.
Apapun karakter kita bukanlah alasan bagi kita untuk lari dari kata penggembalaan. Apapun karunia kita bukanlah alasan untuk tidak menggembalakan. Gereja dan komunitas sel yang bertumbuh tidak terbatas hanya pada pemimpin yang memiliki karunia penggembalaan. Karunia merupakan sarana pendukung untuk kita bisa menggembalakan.
Apakah kita seperti Kain?
No comments:
Post a Comment