REVELATION

REVELATION
THE GREATEST KNOWLEDGE IS THE REVELATION FROM GOD

24 July 2008

Positioning

Bacaan: Mat 20:20-28

Mat 20:26 “…Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu…”

Kita sering mendengar orang berkata bahwa posisi menentukan prestasi. Kalimat tersebut berusaha mengingatkan bahwa posisi seseorang maupun perusahaan dalam dunia usaha sangat menentukan tingkat kesuksesan. Tidak dapat dipungkiri bahwa lokasi atau posisi yang strategis merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha. Industri properti merupakan salah satu contoh dimana penempatan posisi yang baik akan menjadi keunggulan dalam persaingan.

Positioning yang baik telah menjadi suatu kebutuhan untuk mempertahankan diri dalam kompetisi yang semakin ketat. Beberapa orang mengaitkan hal ini dalam arti negatif dengan melakukan nepotisme. Kesuksesan coba diperoleh dengan cara mendekati para penguasa sehingga tender maupun kekuasaan bisa didapat dengan mudah sekalipun dengan cara-cara yang tidak benar.

Dalam bacaan diatas, kedua murid Yesus, Yohanes dan Yakobus, tengah berjuang untuk memperoleh posisi yang baik. Secara manusia, mereka berpikir bahwa dengan menjadi orang kepercayaan dari Yesus maka mereka akan dapat menikmati kekuasaan dan ketenaran. Namun demikian, Yesus mengajarkan suatu kebenaran akan positioning yang sejati. Barangsiapa hendak menjadi yang terbesar, hendaklah ia menjadi hamba.

Yesus telah memberi contoh dengan turun dan mengambil rupa seorang hamba. Firman itu menjelma menjadi manusia agar kita dapat mengikuti teladan kerendahan hati dari raja diatas segala raja. Kerendahan hati merupakan positioning yang patut dipertahankan karena hanya orang yang rendah hati yang akan ditinggikan.

How low can you go?

Wisdom

Bacaan: I Raja 3:1-15

I Raja 3:12 “maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Anak muda seringkali dianggap remeh oleh banyak orang. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa terdapat banyak orang yang berhasil mencapai kesuksesan pada usia yang tergolong muda. Ada begitu banyak nama artis, olahragawan dan pengusaha muda yang dapat disebutkan untuk menambah deretan fakta bahwa anak muda dapat beprestasi dengan maksimal.
Dalam menaiki jenjang kesuksesan, tidak sedikit para profesional muda yang menghadapi kekuatiran dan bahkan ketakutan akan tanggung jawab baru yang dipercayakan kepada mereka. Promosi terkadang menjadi suatu kesempatan, namun juga menjadi sebuah ujian akan kemampuan sesungguhnya yang dimiliki oleh seseorang. Pada saat memperoleh promosi inilah, para professional muda Kristen ditantang untuk lebih mengandalkan Tuhan dibandingkan pengalaman maupun kemampuan yang telah diperoleh selama ini.

Salomo dipromosikan oleh Tuhan dalam usia yang relatif muda untuk menjadi raja bagi bangsa Israel. Sebagai pemula yang masih sangat hijau, ada begitu banyak kekuatiran yang dihadapinya. Ada sebuah tanggung jawab moral yang besar bagi Salomo untuk memimpin di balik bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, raja Daud yang terkenal. Salomo memiliki banyak alasan untuk menolak kedudukan tersebut dan kehilangan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
Namun demikian, dibalik semua hal tersebut Salomo tetap berjalan dan berani mengambil tanggung jawab itu. Hal pertama yang dibutuhkan Salomo dalam memulai perjalanan karirnya adalah meminta hikmat Tuhan. Dengan hikmat Tuhan maka kerajaan Israel dibangun, dan Salomo menjadi raja yang terkenal dalam sejarah Israel.

Are you being promoted?
Seek His wisdom first.

Take Care the Nature

Bacaan: Kej 1:1-31

Kej 1:28 ”... Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Akhir-akhir ini istilah Corporate Social Responsibility (CSR) semakin ramai diperbicarakan, hal itu tentunya tidak terlepas dari usulan pemerintah untuk mengenakan biaya kepada perusahaan guna pemeiliharaan lingkungan. Terlepas dari masalah biaya, pengendalian terhadap alam merupakan suatu hal yang sangat perlu untuk dilakukan. Tidak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi ketika keseimbangan alam tidak dikendalikan dengan baik. Polusi dan banjir merupakan sebagian contoh yang terjadi karena lemahnya kontrol manusia terhadap lingkungan.

Salah satu negara yang cukup baik dalam menjaga lingkungan adalah Singapore. Berbeda dengan sebagian besar penduduk Indonesia yang masih kurang peduli dengan sekitarnya, penduduk Singapore merupakan warga yang taat dalam peraturan kebersihan, termasuk diantaranya tidak merokok, meludah maupun membuang sampah sembarangan.

Ketika Tuhan menciptakan manusia, maka salah satu tugas yang diberikan adalah untuk memelihara dan mengusahakan alam. Hal ini merupakan sebuah perintah yang diberikan kepada manusia untuk kesinambungan alam. Hari ini mari kita mengawali pagi ini dengan ucapan syukur atas alam yang Tuhan beri, setelah itu mari kita mulai menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan.

Love the nature as an expression of worship and thanksgiving to the Creator of the universe.

Korupsi

Bacaan: I Sam 2:12-17

I Sam 2:17 “Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. “

Korupsi sudah menjadi sebuah istilah yang akhir-akhir ini sangat sering didengar. Hampir setiap kali berita melalui koran, televisi maupun media massa lainnya disampaikan, maka laporan mengenai terjadinya tindakan korupsi selalu menjadi salah satu agenda utama yang dibahas. Terkadang saya berpikir betapa Indonesia harus merasa malu sebagai negara yang tercatat dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia.

Dalam bacaan di atas, kita kembali melihat sebuah kisah korupsi yang dilakukan oleh kedua imam yang melayani di kemah pertemuan pada waktu itu, yaitu Hofni dan Pinehas. Apa yang dilakukan oleh kedua imam tersebut sangat menyakiti hati Tuhan sehingga pada akhirnya Tuhan harus memberhentikan mereka dari jabatan keimaman tersebut.

Hofni dan Pinehas berdosa bukan saja karena mereka tidur dengan para perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, mereka berdosa karena mereka memandang rendah korban untuk Tuhan, jauh di balik tindakan mereka yang mencuri bagian korban bagi keuntungan mereka sendiri. Tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan dalam diri mereka yang mengaku sebagai para pelayan Tuhan.

Pagi ini mari kita memulai hari ini dengan takut akan Tuhan. Mari belajar untuk tidak mencuri waktu kerja maupun asset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Jadilah terang dan garam dalam hal-hal kecil di kantor sehingga orang dapat melihat perbedaan di dalam diri Anda.

Korupsi selalu dimulai dari hati.
Jagalah hati Anda dengan segala kewaspadaan.

23 July 2008

Watch Out

Bacaan: Wahyu 2:1-7

Wahyu 2:5 “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!”

Dalam mengatur sebuah perusahaan, selain fungsi perencanaan maka fungsi kontrol merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan dengan konsisten. Seringkali kinerja perusahaan tidak maksimal karena kurangnya monitoring terhadap system maupun policy yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Biasanya melemahnya kontrol diakibatkan karena penurunan standard yang tidak material dianggap masih masuk dalam area yang wajar. Lama kelamaan hal ini terjadi berulang kali sehingga secara tidak sadar maka kontrol semakin hilang dan kualitas semakin menurun.

Jemaat di Efesus mendapat teguran dari Tuhan karena mereka meninggalkan kasih mula-mula. Kejatuhan mereka yang sedemikian dalam sebenarnya tidak terjadi seketika, namun dimulai secara perlahan-lahan saat mereka mulai kompromi dan menurunkan standard mereka dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Tanpa disadari mereka sudah berada jauh dari Tuhan.

Saul dan Simson merupakan contoh lainnya dimana orang mulai kehilangan pengurapan dari Tuhan secara perlahan-lahan tanpa disadarinya. Dosa dan kompromi yang dilakukan membuat ketajaman roh para hamba Allah ini mulai menurun sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah ditinggalkan oleh Tuhan.

Pagi ini mari kita kembali melihat keadaan rohani kita. Apakah kita sudah mulai menjauh dari Tuhan? Apabila tanpa disadari kita sudah mulai jauh, segeralah berbalik kepada Tuhan. Jangan ijinkan pelanggaran kecil menjadi factor yang menurunkan standar kita dengan Tuhan.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan.

Control

Bacaan: II Kor 3:1-18

II Kor 3:2 “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Suatu hari saya menghadiri meeting dengan tim investment banking dari salah satu perusahaan sekuritas besar yang ada di Indonesia. Dalam acara perkenalan yang dipimpin oleh sales director tersebut, hadir pula salah satu analis untuk memberikan overview atas sektor industri serta kondisi makro ekonomi dan pasar modal yang terjadi akhir-akhir ini.

Pada umumnya tujuan utama perusahaan mencatatkan namanya di bursa adalah untuk mencari dana dari masyarakat. Namun demikian, ada sebuah hal menarik yang disampaikan oleh analis tersebut mengenai latar belakang sebuah perusahaan melakukan Initial Public Offering. Ia mengisahkan bahwa bahwa ada sebuah perusahaan yang sangat sehat dan tidak membutuhkan capital injection tetapi memutuskan untuk masuk ke pasar modal. Alasan utama dari founder perusahaan tersebut masuk ke bursa ialah ia ingin agar perusahaan yang sudah dibangunnya tidak runtuh di tangan genersi kedua dan ketiga karena kurangnya kontrol.

Saya sangat terkesan atas pemikiran dari pendiri perusahaan tersebut. Ia rela sebagian kepemilikannya beralih ke publik hanya dengan tujuan agar ada orang-orang yang dapat membantu ia mengawasi going concern dari perusahaan yang dibangunnya, bahkan ketika suatu saat nanti ia sudah tidak ada lagi di dunia.

Suatu keterbukaan untuk terus mau bersedia diawasi oleh orang lain. Betapa berharganya pelajaran ini bagi saya. Alkitab mengatakan bahwa kita adalah surat terbuka yang terus dilihat oleh banyak orang. Hendaknya hidup kita tetap transparan agar kehidupan Kristus terpancar melalui kita.

Someone watches on you.

Business Valuation

Bacaan: Maz 26:1-12

Maz 26:2 “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Valuation atau penilaian merupakan salah satu hal wajib yang perlu untuk dilakukan sebelum sebuah perusahaan melakukan corporate action. Baik perusahaan yang bermaksud melakukan merger, akuisisi, bond issue, right issue dan strategic action lainnya, maka manajemen perlu mengetahui dengan jelas berapakah nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Untuk memperoleh kepastian akan kelayakan proyek, maka due dilligence perlu dilakukan secara menyeluruh dalam setiap aspek. Dalam hal ini peran para profesi maupun lembaga penunjang diharapkan dapat meberikan gambaran mengenai kondisi sesungguhnya dari perusahaan. Tidak sedikit dalam pelaksanaan uji tuntas tersebut ditemukan banyak pelanggaran maupun dampak-dampak negatif yang mungkin terjadi apabila transaksi tetap dilakukan.

Kisah diatas merupakan sekilas gambaran mengenai apa yang sedang Tuhan kerjakan dengan kehidupan Anda. Sebelum Tuhan mempromosikan Anda dan memakai Anda dengan kapasitas yang lebih luas, Tuhan selalu melakukan due dilligence terhadap kehidupan Anda. Lingkup audit yang paling material adalah pada hati Anda, karena dalam hatilah muncul segala hal yang buruk.

Jeritan raja Daud merupakan suatu gambaran akan kehidupan yang transparan tanpa ada suatu pelanggaran yang coba ditutupinya. Ketika Daud ditegur oleh nabi Natan, dengan hati terbuka ia mengakui semua dosanya dan bertobat. Hati yang lemah lembut dan rendah hati inilah yang membuat ia menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan.

Let God check your heart today.